Dengan adanya mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama yang diampu oleh Bu Novi, S.Sn. telah memunculkan berbagai kreatifitas mahasiswa terkait seni tari dan drama. Mahasiswa PGSD 1 Semester 6 Tahun Akademik 2011/2012 berusaha mengkombinasikan antara tari dan drama dalam suatu pertunjukan Drama Remaja yang berjudul "Dilarang Launching (Album) Disini ..!!".

Jangan ketinggalan, Saksikan aksi gokil mahasiswa Prodi PGSD  dalam pertunjukannya pada hari Ahad, 15 Juli 2012 Pukul 08.00 WIB di Gedung Peradaban STKIP Islam Bumiayu.
GRATISSS......!!!!




Pertunjukan Drama Remaja

Jumat, 13 Juli 2012
0 Comments



Judul           : Strategi & Kebijakan –Pembelajaran- 
                      Pendidikan Karakter
Penulis        : Barnawi dan M. Arifin
ISBN          : 978-979-25-4901-0
Penerbit      : Ar Ruzz Media
Terbit          : 2012
Tebal          : 108 Halaman
Ukuran       : 14,8 x 21 cm
                                      Pendidikan karakter merupakan pendidikan ihwal karakter, atau pendidikan yang mengajarkan hakikat karakter dalam ketiga ranah cipta, rasa dan karsa. Pendidikan karakter berfungsi sebagai pemberi pencerahan atas konsep free will dengan mengembangkan konsep determinism dalam praksis pendidikan. Pendidikan harus memberi ruang yang luas kepada peserta didik untuk bebas memilih. Pembahasan mengenai pentingnya pendidikan karakter, teoretis dan praktisnya ada di buku ini.

Pendidikan Karakter

Minggu, 20 Mei 2012
0 Comments

UKM Jurnalistik STKIP Islam Bumiayu berdiri pada tanggal 11 Februari 2010. Organisasi ini terbentuk untuk memenuhi kebutuhan saluran komunikasi antar mahasiswa sehingga Dewan Mahasiswa menunjuk seorang koordinator pembentukan organisasi tersebut. Pada rapat pertamanya, anggota berkomitmen untuk mengelola media komunikasi antar mahasiswa. Forum tidak mempunyai kesepakatan dalam memilih ketua sehingga koordinator pada waktu itu mengambil inisiatif menjadi ketua untuk sementara waktu.

Pengurus pertama mengalami kevakuman karena kebanyakan anggota berasal dari Dewan Mahasiswa. Di samping itu juga karena gairah anggota terhadap bidang kejurnalistikannya yang masih rendah. Hingga pada akhirnya terbentuk pengurus kedua yang diisi oleh mahasiswa angkatan pertama dan angkatan kedua. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa diskusi, workshop penulisan majalah, pelatihan lay out majalah dan penerbitan mading dan bulletin. Bulletin yang terbit diberi nama “DIALEKTIKA” yang bertagline “Wahana Komunikasi Mahasiswa”. Pengurusnya terdiri atas; Penanggung Jawab/Ketua UKM Jurnalistik: Ari Wibowo BS, Pemimpin Redaksi: Mohammad Arifin, Dewan Redaksi: Safiq Ni’ami, Yus Ummy Farkhaini, Umi Uswatun, Wiwin Aryani, Supriyatna, Mesti Mubarokatul Khasanah, Iin Siti Aisyah, dan Elviyah. Kerabat Kerja: Hesti Medianti, Sri Fatikha, Elly Fitriyani, Esti Priatiningsih, Ayu Sheila Yustisia, Elistiana, Erniati, Hanifah, Dede T., Aufa Hanany, Solehudin, Siska Indri A., Ani Mugiati, Lilis Oktarina dan Iin Amelia Shofiana.

UKM Jurnalistik dapat diartikan sebagai organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan wahana penyaluran bakat, minat dan kreativitas di bidang jurnalistik. Anggotanya adalah mahasiswa yang memiliki kegemaran dalam menggali potensinya di bidang jurnalistik. Manfaat yang dapat diperoleh dalam mengikuti organisasi ini ialah;
1. Mahasiswa dapat belajar menuangkan ide dan pemikiran secara konsepsional serta membuat berita.
2. Mahasiswa dapat melatih kepekaan terhadap dinamika kampus.
3. Mahasiswa dapat belajar mengelola sebuah penerbitan
4. Mahasiswa dapat belajar hidup berorganisasi yang mana akan sangat bermanfaat ketika kelak terjun di tengah-tengah masyarakat.
5. Mahasiswa dapat menambah teman dan menjalin keakraban sesama rekan mahasiswa

Sejarah UKM Jurnalistik STKIP Islam Bumiayu

Selasa, 01 November 2011
0 Comments
Dalam membantu perkembangan kognitif anak usia dini seharusnya dilakukan dengan memegang beberapa prinsip agar dalam pelaksanaannya tidak justru menghambat perkembangannya. Berikut ini beberapa prinsip yang dapat digunakan mendukung perkembangan kognitif anak:
1. Memberikan banyak kesempatan.
Sebaiknya anak diberi banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ia. Contoh: jika anak ingin menhitung uang ibunya sebaiknya jangan dilarang tetapi didampingi.
2. Membantu anak memahami informasi yang diterima
Pada masa perkembangan kognitifnya rasa ingin tahu anak biasanya cukup besar. Oleh karena itu guru/orang tua harus menjelaskan apa yang ditanyakan anak dengan benar dan proposional. Contoh: Ketika anak bertanya tentang kenapa pesawat bisa terbang, guru/orang tua menjelaskannya sesuai dengan tingkat pemahaman anak.
3. Katakan pada anak apa yang terjadi
Biasanya apabila ada kejadian sesuatu anak ingin bertanya. Atau bahkan jika ada perubahan perilaku pada ibunya anak juga suka bertanya. Dalam hal ini anak harus mendapat penjelasan bukan menutup-nutupi. Contoh: saat ibunya mengalami perubahan perilaku seperti murung karena sedang sedih anak biasanya bertanya mengapa. Meskipun belum saatnya anak memahami persoalan orang dewasa tetapi anak perlu diberi tahu dengan bahasa yang mudah dipahami. Jangan sampai ada ketidakterbukaan antara anak dan ibu. Karena hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak percaya.
4. Berikan contoh yang baik
Untuk mendukung perkembangan anak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan orang dewasa harus memberikan teladan sehingga anak dapat menerima dengan baik tanpa ada keraguan. Contoh; ketika guru/orang tua mengajarkan kepada anak untuk selalu mengucap bismillah saat memulai pekerjaan, maka guru/orang tua harus sudah memiliki kebiasaan untuk mengucapkan bismilah saat memulai pekerjaan.
5. Bantulah anak untuk mengingat sesuatu
Biasanya anak sulit mengingat sesuatu, padahal sesuatu itu sangat bermanfaat bagi perkembangannya dan bagi masa depan anak. Oleh karena itu guru seharunya berkreasi untuk membuat sesuatu itu mudah diingat oleh anak. Contoh: untuk menghafal nama bagian-bagian tubuh, guru mengajarkannya dalam bentuk nyanyian (dua mata saya, hidung saya satu…dst). Atau dalam mengajarkan adab dalam beraktivitas (sebelum makan baca bismillah, sesudah makaan alhamdulillah…dst).
6. Memberikan Motivasi
Anak terkadang kehilangan motivasi setelah gagal melakukan sesuatu. Guru seharusnya memberikan motivasi agar siswa tidak merasa kecil hati. Contoh: guru memberikan perhatian labih dan anak diberi pengertian bahwa kegagalannya merupakan awal dari keberhasilan.
7. Memberikan Permainan
Dunia anak adalah dunia bermain. Permainan adalah satu-satunya aktivitas dalam hidupnya. Oleh karena itu dalam mendukung perkembangan kognitif anak guru harus menggunakan pendekatan permainan. Contoh: anak diberi permainan puzzle.
8. Biarkan anak bereksplorasi
Anak kadang suka bereksplorasi melakukan hal-hal yang aneh dan keinginannya kadang tidak sesuai nalar orang dewasa. Meskipun demikian sebaiknya anak tidak boleh dilarang namun tetap pengawasan. Contoh: anak suka memencet semua tombol di televisi atau bahkan memukul-mukulnya. Hal ini ia lakukan untuk mencari tahu respon televisi atas tindakannya itu. Orang dewasa harus melakukan pendampingan dan memberikan penjelasan sesuai dengan daya tangkap siswa dan sesuai dengan bahasa yang dapat dipahami oleh anak.

PRINSIP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI

LAPORAN KETUA PANITIA OSMA STKIP DAN STIE ISLAM BUMIAYU
PADA ACARA PENUTUPAN OSMA 2011
DI KAMPUS STKIP ISLAM BUMIAYU
TANGGAL 13 SAMPAI 15 SEPTEMBER 2011


YANG TERHORMAT, WAKIL BUPATI BREBES, IBU HJ. IDZA PRIYANTI, AMD.
YANG KAMI HORMATI,
KETUA BPH STKIP DAN STIE ISLAM BUMIAYU, PROF. DR. H. YAHYA A. MUHAIMIN.
KETUA YAYASAN TA’ALLUMUL HUDA BUMIAYU, BAPAK ABDUL KARIM, S. AG. BESERTA PENGURUS.
KETUA STKIP ISLAM BUMIAYU, BAPAK M. SHOFI MUBAROK, M. PD.
KETUA STIE ISLAM BUMIAYU, DR. SULIYANTO, SE, MM. ATAU YANG MEWAKILI
PARA DOSEN DAN STAF KARYAWAN
PARA TAMU UNDANGAN
DAN PESERTA OSMA YANG BERBAHAGIA

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
SELAMAT SIANG, DAN SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA.
PUJI SYUKUR KE HADIRAT ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA YANG TELAH MELIMPAHKAN NIKMAT, RAHMAT DAN KARUNIANYA, HINGGA KITA TELAH SAMPAI PADA ACARA PENUTUPAN ORIENTASI STUDI MAHASISWA STKIP ISLAM BUMIAYU DAN STIE ISLAM BUMIAYU TAHUN 2011.

PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, PERKENANKAN KAMI SELAKU PANITIA MELAPORKAN RANGKUMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN ORIENTASI STUDI MAHASISWA TAHUN 2011, SEBAGAI BERIKUT :

1. JUMLAH PESERTA YANG HADIR PADA KEGIATAN OSMA TAHUN INI ADALAH 266 MAHASISWA, YANG TERDIRI ATAS 235 MAHASISWA STKIP ISLAM BUMIAYU DAN 31 MAHASISWA STIE ISLAM BUMIAYU. MAHASISWA TERSEBUT BERASAL DARI BEBERAPA DAERAH, DARI PAMEKASAN MADURA HINGGA DKI JAKARTA.

2. PESERTA OSMA TELAH MENGIKUTI KEGIATAN INI SELAMA 3 (TIGA) HARI DENGAN BAIK DAN PENUH DENGAN KESUNGGUHAN.

3. SECARA UMUM KEGIATAN OSMA TERDIRI DARI MATERI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK, PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TENGAH, SOFSKILL DAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN SERTA PENGEMBANGAN ESQ. ADAPUN BENTUKNYA, BERUPA ABSTRAKSI, REFLEKSI, PERLOMBAAN PENTAS SENI DAN BHAKTI SOSIAL.


HADIRIN YANG KAMI HORMATI,
SELANJUTNYA, PADA KESEMPATAN INI, KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PENGELOLA SMP ISLAM BUMIAYU YANG TELAH BERKENAN MEMINJAMKAN TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN OSMA INI. KEMUDIAN, KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH PULA KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG TELAH MENDUKUNG TERSELENGGARANYA OSMA, MUDAH-MUDAHAN DENGAN DUKUNGAN PEMDA BREBES, DI TAHUN-TAHUN MENDATANG, BU HJ. IDZA PRIYANTI, AMD BISA HADIR KEMBALI SEBAGAI PEMIMPIN DAERAH. BUKAN DI KEGIATAN OSMA STKIP DAN STIE ISLAM BUMIAYU LAGI, TETAPI DI OSMA UNIVERSITAS PERADABAN. TAK LUPA, KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PIHAK YANG TELAH MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAIK MORIL MAUPUN MATERIL.

KEPADA PESERTA OSMA, KAMI UCAPKAN SELAMAT ATAS PENGUKUHANNYA, MENJADI MAHASISWA, DAN SELAMAT MENEMPUH PERKULIAHAN. SEMOGA APA YANG DIPEROLEH SELAMA OSMA, DAPAT BERMANFAAT UNTUK MERAIH SUKSES BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI INI. DI SAMPING ITU, SELAKU PANITIA PENYELENGGARA MEMOHON MAAF APABILA ADA HAL-HAL YANG KURANG BERKENAN SELAMA KEGIATAN BERLANGSUNG.

AKHIRNYA, KAMI MOHON KEPADA WAKIL BUPATI BREBES, IBU HJ. IDZA PRIYANTI, AMD. BERKENAN MEMBERIKAN SAMBUTAN SEKALIGUS MENUTUP KEGIATAN OSMA STKIP ISLAM BUMIAYU DAN STIE ISLAM BUMIAYU TAHUN 2011 INI.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Dan JAYALAH TERUS INDONESIA,
JAYALAH TERUS MAHASISWA..!!

WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULAHI WABARAKATUH

KETUA PANITIA OSMA 2011
TTD
MOHAMMAD ARIFIN

Laporan Ketua Panitia OSMA 2011

Senin, 10 Oktober 2011
0 Comments

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat kampus tidak bisa lepas dari kehidupan organisasi. Dengan adanya organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi yang menjadi kebutuhan mahasiswa itu sendiri. Organisasi kemahasiswaan di kampus kita (Baca: STKIP Islam Bumiayu) seperti DM, MPM dan UKM hendaknya mampu menunjukan kewibawaanya sebagai organisasi yang mengusung kedaulatan mahasiswa. Organisasi tersebutlah yang sekarang menjadi harapan ratusan mahasiswa di kampus kita.
Mahasiswa, baik yang organisatoris ataupun yang bukan, perlu memahami posisi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa itu sendiri. Organisasi mahasiswa mempunyai banyak fungsi, di antaranya ialah sebagai sarana pengembangan potensi diri dan sebagai wahana belajar mengelola organisasi dengan prinsip good governance, yaitu akuntabilitas, transparan, kesetaraan dan tertib hukum.
Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian dari sistem kampus, tetapi secara struktural tidaklah berada di bawah pimpinan perguruan tinggi. Dengan kata lain, tidak ada pola hubungan superordinat-subordinat atau subyek-obyek. Organisasi kemahasiswaan memiliki otoritas penuh dalam menentukan arah kebijakan organisasinya. Arah kebijakan organisasi yang dibuat secara independen merupakan perwujudan dari masyarakat kampus yang demokratis, yang memiliki wewenang penuh dalam menjalankan aktivitas di dalam fungsi dan bidang masing-masing. Oleh sebab itu tanggung jawab aktivitas mahasiswa yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan tetap di tangan organisasi kemahasiswaan itu sendiri.
Tetapi perlu diketahui bahwa pimpinan perguruan tinggi adalah penanggungjawab sistem yang ada di kampus. Pola hubungan yang dikembangkan antara organisasi kemahasiswaan dan manajemen kampus adalah pola hubungan kerjasama dalam suasana saling menghormati dan saling bertanggung jawab dengan dilandasi aturan hukum dan moral yang disepakati bersama. Dengan kata lain, hubungan yang diharapkan adalah hubungan yang demokratis dan saling menghormati posisi masing-masing sehingga organisasi kemahasiswaan tetap memiliki hak penuh untuk menentukan arah kebijakan dan sistem organisasinya.
Secara teknis hubungan organisasi kemahasiswaan dengan manajemen kampus terbagi menjadi 3 (tiga) pola. Pertama, untuk hal-hal yang merupakan kepentingan mahasiswa sepenuhnya maka menjadi wewenang penuh organisasi kemahasiswaan. Dalam konteks ini, manajemen kampus memiliki fungsi partisipatif untuk memberikan masukan. Contoh: (1) Penentuan arah kebijakan dan tata organisasi intern organisasi kemahasiswaan; (2) Pemilihan, pengangkatan dan pertanggungjawaban badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan; (3) Pelaksanaan dan pengawasan aktivitas program organisasi kemahasiswaan.
Yang kedua, untuk hal-hal yang merupakan irisan antara kepentingan manajemen kampus dan organisasi kemahasiswaan memerlukan koordinasi dan kesepakatan antara kedua belah pihak. Contohnya: penyelenggaraan kegiatan yang diselenggarakan oleh kedua belah pihak dan pemakaian fasilitas fisik kampus.
Yang ketiga, untuk hal-hal yang merupakan kepentingan manejemen sepenuhnya. Hal ini merupakan wewenang manajemen sepenuhnya dan organisasi kemahasiswaan hanya berperan partisipatif dan memberi masukan. Contohnya: (1) Penentuan kebijakan akademik perguruan tinggi, seperti; kurikulum, sanksi akademik, biaya pendidikan dll; (2) Penentuan kebijakan tata organisasi manajemen; (3) Pengelolaan fasilitas fisik kampus.
Posisi organisasi kemahasiswaan memiliki peran yang strategis bukan hanya untuk mengembangkan potensi diri tetapi juga untuk menyiapkan diri sebagai pemimpin masyarakat di masa depan. Akhirnya, semoga organisasi kemahasiswaan dapat mendorong lahirnya insan akademik yang cerdas dan kompetitif serta berahlakul karimah. Amien..!!

Posisi Organisasi Kemahasiswaan

Selasa, 04 Oktober 2011
0 Comments

- Copyright © Mohammad Arifin - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -